First of all, saya membuat studi kasus ini bertujuan untuk membagikan proses dalam pembuatan design user interface sebuah aplikasi mobile bernama Mamasak. Mulai dari proses research, ideation hingga usability testing.
Mamasak ini sendiri adalah sebuah aplikasi untuk memudahkan pengguna dalam membeli bahan dan mencari resep makanan. Adapun fitur lainnya adalah membeli tabung gas jika di butuhkan.
Tujuan dari study case ini adalah membuat aplikasi yang memudahkan pengguna dalam membeli bahan masakan, mudah dalam mencari resep makanan.
Oke kita jangan terlalu panjang lebar, jadi langsung saja ke tahap awal nya.
Ini adalah persyaratan awal yang harus dimiliki sebelum memulai membuat product. Untuk mencari tahu product apa yang harus kita buat maka harus menentukannya dengan IPR (Initial Product Requirment) itu sendiri.
Berikut ini beberapa aktivitas dalam membuat Initial Product Requirment:
Menentukan potential persona
Membuat background masalah
Menentukan objective/goal product
Maksudnya Potential product itu, kita membuat profil fiksi berdasarkan hipotesis awal yang mewakili sekelompok pengguna dan memiliki beberapa tujuan, kirteria, dan anatomi tertentu.
Adapun beberapa anatomi dasar dari potential Persona itu sendiri:
Photo
Role (Peran)
Demographics (Data Kependudukan)
Main Goal (Goal Utama)
Criteria (Kriteria)

Setelah mendapatkan potensial persona, kita akan mengamati permasalahan pengguna apa saja yang harus di perbaiki. Kemudian terjemahkan pengamatan kita melalui hypothesis.
Berdasarkan hipotesis dan observasi beberapa pengguna yang gemar memasak. Sering komplain ke pasar karena penuh dengan orang yang berbelanja dan parkir tidak tersedia saat tiba di lokasi. Semuanya menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
Objective adalah salah satu hal terpenting kita membuat product, disini kita menentukan pencapaian product kita hingga 5 tahun kedepan.
Mempermudah orang yang ingin berbelanja agar bisa menikmati hobinya memasak
Setelah kita melakukan Initial Product Requirment, maka disini kita akan mencari tahu secara langsung ke pengguna dengan menanyakan apa yang menjadi permasalahan dalam memasak.
Ada 4 hal yang akan kita lakukakn disini :
IDI (In-depth Interview)
Memvalidasi Mental Model
Memvalidasi Problem
Memetakan ke dalam User Journey Map
Disini karena masa yang sangat sulit untuk bertemu mengingat sedang terjadi wabah Virus Covid-19, maka saya tidak bisa bertemu tatap muka dengan pengguna yang akan saya interview. Maka solusi nya saya menelfon dan ada juga yang menggunakan video conference.
Ada empat pertanyaan yang saya tanyakan untuk sesi pertama :
Trigger : Apa alasan kamu ingin memasak?
Action : Apa yang kamu lakukan yang ingin kamu masak?
Variable Reward : Apa yang kamu harapkan dan dapatkan setelah melakukan aksi tersebut?
Invesment : Apa yang kamu investasikan, lakukan, dan berikan untuk menikmati hadiah variabel? (Mis: Waktu, Uang, Energi, dll.)
Selanjutnya kita lanjut bertanya untuk sesi yang kedua yaitu menanyakan kendala mereka dalam memasak.
Setelah kita mendapatkan insight dari seluruh pengguna. Maka hal yang kita lakukan selanjutnya adalah memvalidasi Mental Model dan Hook Model ke dalam tabel.

Berdasarkan hipotesis dan observasi beberapa pengguna yang gemar memasak. Sering komplain ke pasar karena penuh dengan orang yang berbelanja dan parkir tidak tersedia saat tiba di lokasi. Semuanya menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
Pada tahap ini, permasalahan pengguna yang telah di dapatkan di kategorikan dan masing masing jika problem yang sama dapat di hitung banyak sedikitnya masalah tersebut

Pada tahap ini, permasalahan pengguna yang telah di dapatkan di kategorikan dan masing masing jika problem yang sama dapat di hitung banyak sedikitnya masalah tersebut

Objective adalah salah satu hal terpenting kita membuat product, disini kita menentukan pencapaian product kita hingga 5 tahun kedepan.
Mempermudah orang yang ingin berbelanja agar bisa menikmati hobinya memasak
Pada stage ketiga ini kita akan bermain dalam metode yang biasa orang gunakan adalah HMW (How Might We).
HMW adalah metode untuk merubah masalah yang kita temukan menjadi tantangan.

Di stage ini mungkin adalah tahap yang sangat menyenakan bagi aku, kenapa? karena kita akan mencari solusi, ide apa saja yang akan di kembangkan untuk aplikasi yang akan kita kerjakan.
Ide ini didapatkan dari HMW yang kita tulis pada stage sebelumnya sehingga dapatlah beberapa ise untuk setiap HMW yang kita punya.

Setelah kita memahami dan menemukan ide untuk masing masing pertanyaan dari HMW yang kita dapat. Maka, tahap selanjutnya adalah membuat User Flow dan ini adalah hasil dari yang aku lakukan untuk alur dari aplikasinya.

Pada stage kelima ini, ada dua hal penting yang aku lakukan :
User Interface
Prototyping & Interaction
Saya akan memulai dengan nama aplikasi yaitu : Mamasak. Nama tersbeut saya ambil dari Bahasa Minang yang artinya Memasak. Tujuan saya mengambil itu untuk memudahkan user untuk mengingat nama Mamasak yang hanya menggantikan huruf A menjadi E.

Saya menggunakan logo topi koki karena untuk mengapresiai setiap orang yang memasak agar dianggap menjadi seorang koki yang proffesional.
Saya juga menggunakan warna gradasi hijau pada logo karena warna kesegaran dari bahan masakan yang pada saat kita membeli masih segar.

Ini adalah tampilan On Boarding Mamasak . Sangat penting sekali bagi kita untuk memasangnya untuk memahami pengguna apa maksud dan keunggulan tentang aplikasi kita. Aku menampilkan tiga On Boarding yang dimana keunggulan Mamasak adalah bahan yang sesuai dengan resep, dapat membeli tabung gas, dan mencari bahan masakan dengan sangat mudah.

Registrasi pada Aplikasi Mamasak cukuplah mudah, cukup dengan memasukkan Nama lengkap, email dan Password. Sementara untuk menu login kita menyediakan login dengan facebook ataupun google.
Pada menu pertama kita di sajikan dengan menu search, board untuk promo, kategori masakan dan resep populer. Lalu pada menu search kita bisa memfilter apa yang mau kita cari. setelah itu kita dapat menemukan masakan yang bahannya kita cari, kemudian kita beli bahan tersebut dengan kurir yang tersedia. Dan terpesanlah bahan masakan!

Saya membuat prototype dengan Figma dan sedikit Prinsip Interaksi. Membuat prototyping pada Figma sangatlah mudah. Pada dasarnya Prinsip Interaksi sangat bagus untuk membuat Jalan Cerita Aplikasi dengan sedikit sentuhan Animasi Grafis. Hasilnya dapat dilihat ke siapapun dengan prototype itu sendiri.
Klik link dibawah ini untuk melihat prototype dan Interaksi dari Aplikasi Mamasak
Usability testing merupakan sebuah tahap pengujian software yang dilakukan oleh developer dengan melibatkan secara langsung user yang menggunakan aplikasi tersebut dan meneliti bagaimana user berinteraksi dengan aplikasi yang dibuat. Tujuan dari usability testing adalah mencari permasalahan kegunaan, mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif, serta menentukan kepuasan pengguna dengan produk tersebut. Usability testing merupakan tahap yang penting untuk dilakukan sebelum sebuah produk dirilis. CEO Amazon, Jeff Bezos, berinvestasi pada usability design 100 kali lebih banyak dari yang ia investasikan untuk marketing selama tahun pertamanya. Menurutnya, strategi tersebut telah membawanya pada kesuksesan Amazon.
Di karenakan masa sulit yang terjadi karena dampak dari Covid-19, maka untuk testing Aplikasi saya menggunakan Maze.design. Di Website ini kita bisa membuat skenario untuk menjalankan aplikasi yang akan kita sediakan untuk pengguna.
Berikut hasil testing saya dan perbandingan setelah di testing dan yang belum :
Pada menu search, filter yang kompleks sangat menyulitkan user untuk memilih, sehingga saya mencoba untuk membuat nya sedikit lebih simple agar user mudah untuk menggunakan nya.

Tampilan Heatmap dari hasil testing terlihat warna merah yang sangat banyak dan itu menunjukan bahwa pengguna sangat bingung untuk melakukan aksi apa pada search filter.

Di menu edit bahan ini tidak begitu banyak yang di revisi, hanya icon tambah dan kurangnya saja di perbesar. Karena pengguna sangat sulit untuk menekan tombol tambah dan kurang tersebut.

Pada Heatmap yang berwarna merah diatas terlihat bahwa pengguna sangat sulit dalam menekan tombol karena kekecilan. Sehingga aku rubah menjadi lebih besar sedikit dari yang awalnya terlihat kecil.

Pada menu pertama kita di sajikan dengan menu search, board untuk promo, kategori masakan dan resep populer. Lalu pada menu search kita bisa memfilter apa yang mau kita cari. setelah itu kita dapat menemukan masakan yang bahannya kita cari, kemudian kita beli bahan tersebut dengan kurir yang tersedia. Dan terpesanlah bahan masakan!
Jadi, inilah semua dari proses dimulainya hingga akhir membuat product designer. Project ini saya kerjakan dalam kurang lebih 1 bulan, dari Juni hingga Juli 2020. Banyak ilmu dan pengetahuan yang sebelumnya saya tidak tahu dan sekarang bisa memahami nya lebih lanjut. Intinya sih kita jangan takut untuk mencoba, asalkan niat udah ada, kerjain!Terimakasih sudah berkunjung ke artikel saya! Semoga proses yang saya tulis ini bisa jadi referensi teman-teman dalam membuat studi kasus. Kamu bisa meninggalkan feedback dan komentar agar aku bisa menjadi lebih baik lagi. Terimakasih teman-teman ;) Cheers..